Latest Updates
Showing posts with label JarKom. Show all posts
Showing posts with label JarKom. Show all posts

Proxy Server dalam Jaringan

Proxy Server dalam Jaringan

Kini, menjelajah dunia internet atau dikenal dengan istilah surfing merupakan suatu kegiatan yang sering dilakukan oleh banyak orang. Terlebih lagi dengan banyaknya manfaat yang diberikan internet, dimana berbagai data atau informasi yang berasal dari seluruh dunia dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Namun, adakalanya informasi yang ingin Anda akses di sebuah situs tidak dapat Anda peroleh dikarenakan situs tersebut diblokir oleh perangkat Anda. Untuk mengatasi hal itu, Anda dapat menggunakan layanan proxy server agar informasi tersebut dapat diakses. Lalu, apa itu proxy server ?
Ketika Anda terhubung ke suatu jaringan tertentu, Anda mencoba untuk mengakses situs Youtube atau situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter atau lainnya, namun jaringan tersebut memblokir situs itu untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan agar Anda lebih fokus untuk mengakses informasi yang penting saja dan tidak menghabiskan banyak bandwidth. Dengan adanya proxy server ini, Anda dapat mengakses situs tersebut tanpa harus khawatir identitas perangkat Anda (IP) diketahui oleh jaringan tersebut. Sehingga Anda dapat dengan mudah mengakses situs tersebut.
Tahukah Anda bagaimana proxy server bekerja dalam jaringan tersebut ? Oleh karena itu, dalam artikel kali ini akan dibahas secara rinci mengenai pengertian proxy server, jenis beserta fungsinya dan juga cara kerja proxy server. Dengan begitu, Anda bukan hanya mampu menggunakannya saja, tetapi juga dapat memahami bagaimana proxy server bekerja untuk dapat memberikan Anda layanan itu.

Pengertian Proxy Server

pengertian proxy server
Bagi Anda yang berkecimpung didunia jaringan komputer mungkin sudah sering mendengar istilah proxy server. Namun, masih sedikit yang dapat memahami pengertian dari istilah tersebut. Proxy server merupakan suatu server atau program komputer yang menjadi penghubung antara komputer client dengan jaringan internet. Atau dapat dikatakan juga bahwa proxy server adalah penghubung antara jaringan lokal dengan jaringan global (internet).
Proxy server bertindak sebagai gateway bagi setiap komputer client. Walaupun demikian, komputer client tidak dapat melihat secara langsung bahwa proxy server yang sedang melayani request dari pengguna. Sebab, proxy server akan bekerja seolah-olah komputer client itu sendiri yang mengolah request dari penggunanya, bukan melalui proxy server.

Jenis-jenis Proxy

Secara sederhana, proxy server dapat dikatakan sebagai pihak ketiga yang menjembatani pengguna ke server lain di internet. Dengan begitu, pengguna dapat menggunakan internet tanpa hambatan. Yang perlu Anda ketahui bahwa dalam mengakses internet, maka alamat pengguna akan terekam oleh server. Proxy server yang dapat menyembunyikan identitas pengguna agar tidak diketahui oleh server dari situs tersebut.
Biasanya, proxy server banyak digunakan oleh perusahaan yang bergelut dibidang-bidang tertentu, seperti perusahaan startup yang setiap saat membutuhkan akses internet yang lancar. Berdasarkan itulah, terdapat beberapa jenis proxy server yang dilengkapi dengan tujuan yang berbeda satu dengan yang lain. Berikut ini akan dijelaskan mengenai lima jenis proxy server yang perlu Anda ketahui.

1. Proxy Transparan (Transparent Proxy)

Proxy Transparan merupakan jenis proxy yang tidak menyembunyikan dirinya sendiri. Maksudnya proxy server ini mengidentifikasi dirinya sebagai proxy server, bukan sebagai pihak ketiga. Selain itu, proxy jenis ini juga tidak menyembunyikan identitas dari penggunanya, sehingga identitas pengguna (IP) terlihat dengan jelas oleh publik di server tersebut melalui HTTP Header.
Proxy transparan ini tidak perlu digunakan. Sebab, penggunaan proxy ini dapat membuat alamat penggunanya diblokir (banned) secara permanen sehingga pengguna tidak akan dapat mengakses situs tertentu. Biasanya, proxy ini digunakan oleh perusahaan yang memiliki data bersifat lokal dan privasi, seperti data diri pegawai yang hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang saja.

2. Proxy Anonim (Anonymous Proxy)

Proxy Anonim merupakan jenis proxy yang dapat menyembunyikan alamat pribadi penggunanya, namun proxy ini membuat alamat IP samaran yang tidak mencurigakan server tersebut. Dengan begitu, proxy ini dipercaya dapat meningkatkan keamanan data pribadi dari penggunanya.

3. Proxy Anonimitas Tinggi (High Anonymity Proxy)

Proxy Anonimitas Tinggi merupakan perkembangan dari proxy anonim, dimana proxy ini tidak mendefinisikan dirinya sebagai proxy server dan juga tidak menyediakan alamat IP. Selain itu, alamat pribadi (IP) pengguna juga tidak terdeteksi, baik oleh situs atau jaringan tersebut. Dengan proxy ini, maka tingkat keamanan data pribadi pengguna menjadi lebih tinggi.

4. Proxy Distorsi (Distorting Proxy)

Proxy Distorsi ini hampir mirip dengan prinsip proxy anonim, dimana sama-sama tidak membuat alamat IP asli penggunanya tidak terlihat. Namun, yang membedakannya adalah proxy distorsi ini tidak menyediakan alamat IP proxy melainkan merekayasa alamat IP pengguna, sedangkan alamat asli proxy tersedia di HTTP Header.

5. Reverse Proxy

Reverse proxy merupakan server yang menyediakan jalan bagi berbagai request atau permintaan penggunanya melalui sebuah firewall yang terisolasi atau jaringan pribadi. Fungsi dari proxy ini adalah memberikan pengguna hak akses agar tetap termonitor dengan baik sehingga proxy ini membatasi pengguna untuk mengakses situs-situs tertentu.

Fungsi Proxy Server

fungsi proxy server adalah
Pada dasarnya, proxy server berfungsi untuk mengamankan data pribadi pengguna yang terhubung dengan internet. Selain itu, terdapat beberapa fungsi penting dari proxy server. Fungsi-fungsi tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Connecting Sharing

Fungsi proxy server sebagai conneting sharing maksudnya mengidentifikasi proxy server sebagai sebuah gateway, yang menjembatani antara pengunaan jaringan lokal dengan jaringan global (internet). Dengan adanya fungsi ini, maka sangat memungkinkan bagi komputer client untuk dapat terhubung dari jaringan lokal ke jaringan internet dengan menggunakan gateway tersebut.

2. Filtering

Pada dasarnya, proxy server bekerja pada layer aplikasi. Dengan adanya fungsi filtering ini, proxy server menjadi firewall yang dapat melindungi jaringan lokal terhadap gangguan atau serangan dari jaringan luar. Selain itu, dengan menjadi firewall maka dapat dikonfigurasi untuk menolak situs-situs yang tidak diinginkan.

3. Caching

Caching merupakan proses menyimpan objek dan data yang pernah diakses oleh pengguna sebelumnya. Contohnya, ketika membuka sebuah situs maka otomatis gambar dan objek yang terdapat dalam situs tersebut akan disimpan dalam bentuk cache. Dengan proxy server, maka akan memudahkan terjadinya proses chaching.

Bagaimana Cara Kerja Proxy Server ?

cara kerja proxy server adalah
Pada dasarnya, prinsip kerja proxy server sangatlah sederhana. Ketika pengguna menggunakan layanan proxy server, dimana pengguna meminta data atau file yang terdapat di jaringan global, maka otomatis proxy server akan meneruskan permintaan tersebut ke internet dengan seolah-olah proxy server yang memintanya. Setelah memintanya dari internet, proxy server akan memberikan respon terhadap permintaan pengguna seolah-olah proxy server yang memberikannya secara langsung. Sehingga alamat lokal pengguna tidak terekam oleh internet.

Manfaat FireWall

Manfaat FireWall
Pada dasarnya, firewall bekerja dengan cara membatasi komputer pribadi dengan internet. Firewall bekerja layaknya penjaga keamanan di depan gerbang rumah dan mengidentifikasi pengunjung yang datang, sekaligus menyaring penyusup yang berusaha memasuki komputer pribadi. Firewall bekerja seperti garda pertahanan terdepan untuk menahan segala usaha hacking yang masuk ke dalam komputer.

pengertian firewall
Firewall melakukan filter terhadap data masuk yang berasal dari WAN (internet)
Teknologi firewall pun kian hari kian berkembang. Sebelumnya, firewall bekerja menyaring lalu lintas komputer dengan menggunakan alamat IP, nomor port, serta protokol. Seiring dengan perkembangannya, kini firewall mampu menyaring data yang masuk dengan mengidentifikasi terlebih dahulu pesan konten yang dibawanya. Untuk mengatur lalu-lintas perpindahan data komputer dan internet, firewall dapat menggunakan salah satu atau gabungan dari beberapa metode berikut :

1. Packet Filtering

Merupakan sebuah cara kerja firewall dengan memonitor paket yang masuk dan keluar, mengizinkannya untuk lewat atau tertahan berdasarkan alamat Internet Protocol (IP), protokol, dan portnya. Packet filtering biasanya cukup efektif digunakan untuk menahan serangan dari luar sebuah LAN. Packet filtering disebut juga dengan firewall statis. Selama terjadinya komunikasi dengan jaringan internet, packet yang datang disaring dan dicocokkan dengan aturan yang sebelumnya telah dibuat dalam membangun firewall. Jika data tersebut cocok, maka data dapat diterima dan sebaliknya jika tidak cocok dengan aturan, maka data tersebut ditolak.
Dalam metode packet filtering, firewall mengecek sumber dan tujuan alamat IP. Pengirim packet mungkin saja menggunakan aplikasi dan program yang berbeda, sehingga packet filtering juga mengecek sumber dan tujuan protokol, seperti UDP (User Datagram Protocol) dan TCP (Transmission Control Protocol).

2. Inspeksi Stateful

Berkebalikan dengan Packet Filtering, Inspeksi Stateful dikenal pula dengan firewall dinamis. Pada inspeksi stateful, status aktif koneksi dimonitor, kemudian info yang didapatkan akan dipakai untuk menentukan apakah sebuah packet jaringan dapat menembus firewall.
Inspeksi stateful secara besar-besaran telah menggantikan packet filtering. Pada firewall statis, hanya header dari packet dicek, artinya seorang hacker dapat mengambil informasi melalui firewall dengan sederhana, yaitu mengindikasikan “reply” melalui header. Sementara dengan firewall dinamis, sebuah packet dianalisis hingga ke dalam lapisan-lapisannya, dengan merekam alamat IP dan juga nomor portnya, sehingga keamanannya lebih ketat dibandingkan packet filtering.

Susunan Kabel Straight dan Crossover

Susunan Kabel Straight dan Crossover
Dalam membangun suatu jaringan komputer, Anda akan mengenal istilah kabel UTP. Lalu, apakah kabel UTP itu? UTP atau Unshielded Twisted Pair merupakan jenis kabel data yang sering digunakan untuk menghubungkan antara perangkat yang sama atau perangkat yang berbeda, seperti komputer dengan komputer, komputer dengan perangkat lainnya (router, switch, printer, server, access point dan hub).
Kebanyakan orang menggunakan kabel UTP hanya untuk sebatas membangun jaringan LAN (Local Area Network). Harganya yang relatif murah dan mudah diperoleh menjadikan kabel UTP ini sering digunakan. Namun, sesuai dengan namanya kabel UTP tidak dilengkapi dengan pelindung (Unshielded) sehingga kabel tersebut tidak tahan dengan adanya interferensi elektromagnetik.

Standar Kabel UTP

Pada umumnya, terdapat Standar Internasional yang digunakan dalam urutan warna kabel UTP adalah TIA/EIA 568A dan TIA/EIA 568B.
urutan kabel straight dan crossover
Standar Urutan Kabel
Dengan begitu, kabel straight adalah teknik penyusunan warna kabel dengan menggunakan urutan warna yang sama di kedua ujung kabel UTP tersebut. Jika Anda menggunakan susunan standar TIA/EIA 568A di ujung pertama maka ujung kedua juga menggunakan standar TIA/EIA 568A itu juga. Begitu juga ketika Anda menggunakan standar TIA/EIA 568B (yang paling umum digunakan) maka ujung kabel kedua juga harus menggunakan susunan standar yang sama pula.

Susunan Kabel Straight

Jika Anda hendak membuat jenis kabel straight, maka hal pertama yang harus diperhatikan adalah susunan warna dari ujung kabel yang satu dengan yang lainnya harus menggunakan urutan warna yang sama. Perhatikanlah gambar dibawah ini.
Susunan dan Urutan Kabel Straight
Biasanya, untuk menghubungkan antar perangkat komputer menggunakan konektor RJ-45 sebagai penghubungnya. Dimana konektor RJ-45 tersebut terdapat 8 pin didalamnya. Dengan demikian, untuk membuat jenis kabel straight maka Anda harus memasukkan masing-masing lilitan kabel yang telah Anda susun ke dalam pin konektor RJ-45 sesuai dengan standar yang Anda inginkan.
Secara sederhananya, pin 1 pada salah satu ujung kabel akan dihubungkan dengan pin 1 di ujung kabel lainnya. Begitu seterusnya hingga pin 8.

Susunan Kabel Crossover

Berbeda dengan kabel straight, kabel crossover berarti teknik penyusunan warna kabel dengan menggunakan urutan yang berbeda antara ujung kabel pertama dengan kedua. Misalnya, jika Anda menggunakan standar TIA/EIA 568B di ujung pertama, maka ujung kedua menggunakan standar EIA/TIA 568A.
Untuk membuat jenis kabel crossover, maka Anda juga harus memperhatikan urutan warna yang berbeda antara ujung kabel pertama dengan ujung kabel kedua. Perhatikanlah gambar dibawah ini untuk lebih memahami urutan kabel crossover. Lebih jelasnya, simak gambar dibawah ini:
Susunan dan Urutan Kabel Cross Final

Perbedaan Kabel Straight dan Crossover

Dari pembahasan diatas, sudah jelas terlihat perbedaan pengertian antara jenis kabel straight dan kabel crossover. Selain itu, terdapat beberapa perbedaan keduanya yang akan dijelaskan berikut ini.

A. Berdasarkan Susunan Warna

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa susunan kabel straight dan crossover sedikit berbeda. Jika pada kabel straight kedua ujung kabel (konektor) memiliki susunan warna yang sama. Berbeda pada kabel crossover yang kedua ujungnya memiliki susunan warna yang berbeda.

B. Berdasarkan Fungsi

1. Pada dasarnya, kabel straight digunakan untuk menghubungkan dua device yang berbeda.

Contoh Penggunaan :

  • Menghubungkan Komputer dengan Switch
  • Menghubungkan Switch dengan Router
  • Menghubungkan Hub dengan Router
  • Menghubungkan Router dengan Access Point
  • Menghubungkan Switch dengan Access Point
  • Menghubungkan Modem dengan Switch
2. Sedangkan kabel crossover digunakan untuk menghubungkan dua device yang sama.

Contoh Penggunaan :

  • Menghubungkan Komputer dengan Komputer
  • Menghubungkan Switch dengan Switch
  • Menghubungkan Hub dengan Hub
  • Menghubungkan Router dengan Router

Bagaimana Cara Membuat Kabel Straight Atau Crossover ?

Pada umumnya, untuk membuat kabel jaringan dengan menggunakan kabel UTP memerlukan peralatan dan bahan, seperti kabel UTP, Crimping Tools, Konektor RJ-45, dan RJ-45 LAN Tester. Berikut ini akan dijelaskan mengenai langkah-langkah pembuatan kabel baik model straight atau crossover.
  1. Potong masing-masing ujung kabel, sekitar 2 cm.
  2. Buka pilinan kabel kemudian luruskan kabel tersebut. Kemudian atur susunan kabel sesuai standar. Jika Anda akan membuat kabel jenis straight maka kedua ujung menggunakan urutan standar yang sama, jika crossover maka kedua ujung menggunakan urutan standar yang berbeda di setiap ujungnya.
  3. Setelah diurutkan, maka potong kabel agar kabel yang berjumlah 8 tersebut memiliki ukuran yang sama.
  4. Ketika kabel telah rata, lakukan kegiatan crimping dengan menggunakan Crimping Tools. Crimping maksudnya memastikan kabel tersebut masuk kedalam pin yang terdapat di Konektor RJ-45 sesuai dengan aturannya. Kemudian jepit kabel yang telah dimasukkan ke Konektor RJ-45 dengan menggunakan Crimping Tools hingga terdengar bunyi.
  5. Lakukanlah tahap 2-4 untuk di ujung kabel lainnya.
  6. Langkah terakhir yaitu mengecek apakah kabel yang telah Anda crimping berhasil atau tidak dengan menggunakan LAN Tester. Caranya dengan memasukkan ujung kabel ke masing-masing port yang tersedia di LAN Tester. Kemudian nyalakan LAN Tester tersebut. Apabila lampu LED yang terdapat di LAN Tester menyala maka Anda telah berhasil membuat kabel straight atau crossover. Jika tidak menyala, ada kemungkinan susunan kabel tidak sesuai dan kabel yang dimasukkan ke dalam Konektor RJ-45 tidak pas.
Itulah pembahasan mengenai susunan kabel straight dan crossover beserta perbedaan antara keduanya. Dengan demikian, artikel diatas dapat membantu Anda untuk memahami urutan warna yang terdapat dalam kabel UTP sehingga Anda dapat membuat kabel dengan jenis straight atau crossover untuk menghubungkan perangkat dalam suatu jaringan.


Cloud Computing

Cloud Computing


Pengertian Cloud Computing
Bagi masyarakat awam mungkin istilah cloud computing ini masih terdengar samar atau belum diketahui, meskipun tak jarang di aktivitas sehari – hari melibatkan teknologi yang satu ini. Contoh yang paling banyak digunakan adalah media penyimpanan Google Drive atau Drop Box. Namun cloud computing tidak terbatas hanya pada penyimpanan saja namun masih banyak lagi. Sebelumnya sudah sempat dijelaskan bahwa cloud computing dapat diartikan sebagai komputasi awan, dan definisinya secara umum yakni merupakan suatu teknologi yang menggabungkan kemampuan dari komputer (computing) dengan pengembangan yang berbasis internet (cloud).
Cloud computing biasanya menjalankan suatu program tanpa melakukan proses instalasi terlebih dahulu. Tidak hanya itu pengguna juga dapat mengakses data – data yang ada di dalam aplikasi tersebut dimana pun dan kapan pun. Salah satu contohnya adalah dalam bentuk media penyimpanan seperti Google Drive, Drop Box, ataupun bentuk aplikasi lain seperti Gmail, Yahoo Mail, Windows Azure, Amazon dan lain – lain. Namun perlu diingat juga tidak semua aplikasi yang terkoneksi internet menerapkan cloud computing juga.
Beberapa perusahaan besar selain Google dan Yahoo juga sudah mulai atau bahkan menggunakan sistem cloud computing untuk mengembangkan usahanya. Banyak juga diantaranya yang terdapat di Indonesia seperti DealPOS, Telkom dan lain – lain.

Cara Kerja Cloud Computing

cara kerja cloud computing
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa teknologi cloud computing ini merupakan gabungan dari perangkat komputer dengan jaringan internet. Kedudukan internet disini adalah sebagai server dari suatu program atau aplikasi yang digunakan. Para pengguna dapat mengakses data atau bahkan melakukan perubahan pada sistem dengan akun tersendiri dan tanpa melakukan proses instalasi. Anda dapat mengirim perintah ke sistem dari program tersebut melalui interface yang disediakan. Perintah yang dikirim selanjutnya disimpan secara virtual untuk selanjutnya ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Dengan cara kerja cloud computing seperti ini maka prosesnya akan lebih cepat serta akurat. Cara kerja sistem cloud ini juga lebih menjamin dari segi keamanan, oleh karena pemanfaatan cloud computing memang lebih banyak dilakukan dalam hal media penyimpanan. Penggunaan perangkat harddisk ataupun flashdisk memang banyak memunculkan resiko. Hal itulah yang melatarbelakangi kemunculan Google Drive ataupun Drop Box meskipun kapasitasnya masih sangat terbatas.

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing

kelebihan dan kekurangan
Banyaknya perusahaan yang mulai menggunakan teknologi cloud computing membuktikan bahwa pengaruh yang ditimbulkan cukup besar. Bagi sebagian besar pengguna memang menilai kinerja dari cloud computing ini cukup memuaskan. Namun wajib diketahui bahwa suatu hal yang dianggap menguntungkan tidak menutup kemungkinan juga masih menyimpan kekurangan tersendiri, termasuk juga pada cloud computing.
Kelebihan Cloud Computing
  • Kelebihan yang paling ditonjolkan dalam penggunaan cloud computing dan memang paling sering dirasakan oleh para penggunanya adalah meminimalisir biaya, terutama bagi suatu perusahaan. Namun hal ini berlaku jika anda menggunakan jasa sewa server cloud computing karena tidak perlu mengkhawatirkan hardware serta keperluan – keperluan lain yang dibutuhkan.
  • Mengingat cara kerjanya yang memanfaatkan cloud/internet maka anda dapat lebih mudah mengakses data dimanapun dan kapanpun, tidak perlu juga membawa peralatan milik sendiri.
  • Meskipun memiliki kapasitas yang terbatas namun anda tidak perlu mengkhawatirkan efektifitasnya. Ketika kapasitas penyimpanan sudah penuh maka sebagai pengguna anda juga bisa mengajukan peningkatan kapasitas, contohnya paket premium pada Google Drive.
  • Mengingat penggunaan cloud computing yang dihandle oleh perusahaan penyewa hosting maka anda tidak perlu belajar dan memahami sistemnya. Hal ini sangatlah membantu konsumen karena hanya diperlukan pemahaman mengenai cara kerja dan penggunaannya.
Kekurangan Cloud Computing
  • Meskipun dianggap sebagai solusi teraman untuk menyimpan data namun wajib diketahui juga bahwa cloud computing juga masih memiliki banyak celah, salah satunya kerahasiaan yang masih diragukan. Contohnya yang terjadi pada media sosial seperti Facebook, Twitter dan lain – lain dimana data pengguna yang tersimpan di server pusat dapat dengan mudah disebarluaskan.
  • Mengingat disini anda menggunakan server dari perusahaan penyewa hosting cloud computing maka tidak menutup kemungkinan juga bahwa sewaktu – waktu server down atau bahkan terjadi kerusakan, meskipun kemungkinannya sangat kecil. Pastikan juga bahwa anda memilih perusahaan penyewaan hosting yang teruji dan berkualitas.

Pengertian Jaringan Komputer

Pengertian Jaringan Komputer

Kata “jaringan komputer” mungkin sudah tidak asing lagi bagi telinga kita, mengingat hampir setiap hari kita melibatkan jaringan komputer dalam pekerjaan kita. Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi data, aplikasi maupun berbagi perangkat keras komputer.
Istilah jaringan komputer sendiri juga dapat diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang terdiri dari dua komputer atau lebih yang saling terhubung. Tujuan dibangunnya jaringan komputer adalah agar informasi/ data yang dibawa pengirim (transmitter) dapat sampai kepada penerima (receiver) dengan tepat dan akurat.
Jaringan komputer memungkinkan penggunanya dapat melakukan komunikasi satu sama lain dengan mudah. Selain itu, peran jaringan komputer sangat diperlukan untuk mengintegrasi data antar komputer-komputer client sehingga diperolehlah suatu data yang relevan.

Manfaat Jaringan Komputer

Kita sudah membahas mengenai pengertian jaringan komputer, selanjutnya kita akan berbicara mengenai manfaat dari jaringan komputer itu sendiri. Terdapat banyak sekali manfaat jaringan komputer, antara lain :
  • Dengan jaringan komputer, kita bisa mengakses file yang kita miliki sekaligus file orang lain yang telah disebarluaskan melalui suatu jaringan, semisal jaringan internet.
  • Melalui jaringan komputer, kita bisa melakukan proses pengiriman data secara cepat dan efisien.
  • Jaringan komputer membantu seseorang berhubungan dengan orang lain dari berbagai negara dengan mudah.
  • Selain itu, pengguna juga dapat mengirim teks, gambar, audio, maupun video secara real time dengan bantuan jaringan komputer.
  • Kita dapat mengakses berita atau informasi dengan sangat mudah melalui internet dikarenakan internet merupakan salah satu contoh jaringan komputer.
  • Misalkan dalam suatu kantor memerlukan printer, kita tidak perlu membeli printer sejumlah dengan komputer yang terdapat pada kantor tersebut. Kita cukup membeli satu printer saja untuk digunakan oleh semua karyawan kantor tersebut dengan bantuan jaringan komputer.

Macam-Macam Jaringan Komputer

Umumnya jaringan komputer dikelompokkan menjadi 5 kategori, yaitu berdasarkan jangkauan geografis, distribusi sumber informasi/ data, media transmisi data, peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data, dan berdasarkan jenis topologi yang digunakan. Berikut penjabaran lengkapnya :

A. Berdasarkan Jangkauan Geografis

pengertian jaringan komputer
Skema sederhana jaringan LAN

1. LAN

Local Area Network atau yang sering disingkat dengan LAN merupakan jaringan yang hanya mencakup wilayah kecil saja, semisal warnet, kantor, atau sekolah. Umumnya jaringan LAN luas areanya tidak jauh dari 1 km persegi. Biasanya jaringan LAN menggunakan teknologi IEEE 802.3 Ethernet yang mempunyai kecepatan transfer data sekitar 10, 100, bahkan 1000 MB/s. Selain menggunakan teknologi Ethernet, tak sedikit juga yang menggunakan teknologi nirkabel seperti Wi-fi untuk jaringan LAN.

2. MAN

Metropolitan Area Network atau MAN merupakan jaringan yang mencakup suatu kota dengan dibekali kecepatan transfer data yang tinggi. Bisa dibilang, jaringan MAN merupakan gabungan dari beberapa jaringan LAN. Jangakauan dari jaringan MAN berkisar 10-50 km. MAN hanya memiliki satu atau dua kabel dan tidak dilengkapi dengan elemen switching yang berfungsi membuat rancangan menjadi lebih simple.

3. WAN

Wide Area Network atau WAN merupakan jaringan yang jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, semisal sebuah negara bahkan benua. WAN umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan lokal sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan pengguna lain meskipun berada di lokasi yang berbebeda.

Contoh video sampel :

FireWall untuk keamanan

FireWall untuk keamanan
Di era internet yang semakin canggih ini, setiap komputer dapat terhubung dengan komputer lainnya secara mudah. Pertukaran file atau dokumen pun semakin tanpa batas dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Tentunya hal ini membawa dampak positif yang juga diiringi dengan dampak negatif.
Positifnya, orang semakin dimudahkan untuk berbagi berbagai dokumen yang diperlukan. Namun negatifnya, tidak semua orang berbagi dengan tujuan baik. Beberapa berusaha untuk menyerang komputer sebagai hacker, memata-matai (spionase) komputer tertentu demi kepentingan pribadi, atau bahkan mencuri data yang ada dalam suatu komputer. Untuk mencegah dampak negatif tersebut, dibutuhkan firewall sebagai pengatur sistem komunikasi antara dua buah jaringan. Pada artikel di bawah ini, akan dijelaskan secara lengkap mengenai pengertian firewall, fungsi firewall, dan cara kerja firewall.

Pengertian Firewall

pengertian firewall
Firewall dapat didefinisikan sebagai sistem yang didesain khusus untuk mencegah akses mencurigakan masuk ke dalam jaringan pribadi. Firewall sendiri dapat berupa perangkat keras atau perangkat lunak, bisa juga terdiri dari kombinasi keduanya. Firewall (tembok penahan api) sendiri sebetulnya terinspirasi dari benda fisik bernama firewall yang dipasang di gedung-gedung untuk mencegah menjalarnya api dari sumbernya. Firewall untuk gedung banyak dipasang misalnya di kompleks-kompleks apartemen. Untuk memisahkan dua unit apartemen, dipasanglah sebuah firewall sehingga jika terjadi kebakaran api tidak dengan cepat menjalar dari satu unit ke unit lainnya.
Karena firewall berfungsi sebagai pembatas dengan dunia luar, maka untuk satu unit apartemen yang memiliki empat sisi misalnya, harus memasang firewall di keempat titik perbatasan. Jika salah satu sisi tidak dibatasi dengan firewall sementara ketiga sisi lainnya dipasangi firewall, maka akan sia-sia usaha menahan api yang akan menyebar dengan cepat. Begitu pula halnya dengan firewall untuk komputer.
Supaya dapat berfungsi secara efektif, sebuah firewall wajib memenuhi standar tertentu, mampu mendirikan suatu ‘pagar pengaman’ di sekeliling sebuah jaringan pribadi, mencegah masuknya akses tanpa izin dan berbagai gangguan terhadap dokumen atau file yang ada di komputer pengguna. Di pasaran, ada cukup banyak produk firewall yang ditawarkan dengan fungsi yang bervariasi. Perbedaan firewall satu dengan lainnya biasanya terdapat pada seberapa ketat pengamanan dan selektivitas akses, dan cakupan perlindungannya pada berbagai lapisan OSI (Open System Interconnection).

Fungsi Firewall

fungsi firewall
Firewall sebagai pos keamanan jaringan
Firewall sendiri memiliki beberapa fungsi untuk melindungi jaringan komputer yang dapat dijabarkan dalam beberapa poin berikut:
  1. Sebagai Pos Keamanan Jaringan. Semua lalu lintas yang masuk atau keluar jaringan harus melalui firewall sebagai pos kemanan yang akan melakukan pemeriksaan. Setiap terjadi lalu-lintas, firewall akan berusaha menyaring agar lalu lintas sesuai dengan keamanan yang telah ditentukan.
  2. Mencegah Informasi Berharga Bocor Tanpa Sepengatahuan. Untuk fungsi yang satu ini, firewall banyak dipasang untuk File Transfer Protocol (FTP), sehingga setiap lalu-lintas data dikendalikan oleh firewall. Dalam hal ini, firewall bermanfaat untuk mencegah pengguna di jaringan mengirim file berharga yang sifatnya konfidensial (rahasia) kepada pihak lain.
  3. Mencatat Aktivitas Pengguna. Setiap kali akan mengakses data, pengguna jaringan akan melalui firewall yang kemudian mencatatnya sebagai dokumentasi (log files) yang di kemudian hari bisa dibuka catatannya untuk mengembangkan sistem keamanan. Firewall mampu mengakses data log sekaligus menyediakan statistik mengenai penggunaan jaringan.
  4. Memodifikasi Paket Data yang Datang. Dikenal juga dengan istilah NAT (Network Address Translation). NAT digunakan untuk menyembunyikan sebuah IP adress, sehingga membuat para pengguna dapat mengakses internet tanpa IP adress publik, yang sering juga disebut dengan istilah IP masquerading.
  5. Mencegah Modifikasi Data Pihak Lain. Misalnya dalam urusan bisnis untuk informasi laporan keuangan, spesifikasi produk, dan lainnya yang menjadi rahasia perusahaan dan akan berdampak negatif jika diketahui pihak lain. Firewall mencegah modifikasi data-data tersebut sehingga tetap berada dalam keadaan aman.

Apa itu VPN

Apa itu VPN
Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh para pengguna internet adalah keamanan saat berselancar di internet, bagaimana caranya agar ketika komputer terhubung dengan jaringan yang begitu luas, tetap berada dalam jalur yang aman sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Untuk mengatasi hal ini, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan VPN.
VPN ini sangat berguna untuk Anda yang tidak ingin letak geografis atau identitas Anda dilacak oleh pihak lain ketika sedang berselancar di internet, juga untuk menghindari serangan hacker ketika ada di tempat umum. Lebih lengkap mengenai VPN akan dibahas dalam artikel ini, mulai dari pengertian VPN, fungsi VPN, dan cara kerja VPN.

Pengetian VPN

pengertian VPN dan fungsi VPN
VPN (Virtual Private Network) merupakan media perantara yang memungkinkan seorang pengguna komputer atau gadget lainnya terhubung dengan internet melalui sebuah server yang dijalankan oleh penyedia VPN. Semua data yang berlalu lalang antara komputer atau gadget pribadi tersebut terenskripsi secara aman dan terjamin. Secara umum, dengan menggunakan VPN seorang user akan medapatkan manfaat sbb :
  1. Tersedianya privasi yang lebih memadai dengan menyembunyikan aktivitas browsing internet dari ISP.
  2. Memfasilitasi pengguna untuk menyembunyikan alamat IP, sehingga ketika menjelajahi berbagai macam website pihak lain tidak akan mengetahui lokasi geografis pengguna.
  3. Melindungi pengguna dari serangan hacker, terutama ketika menggunakan WiFi di tempat umum.
  4. Menghemat biaya pengaturan jaringan. VPN banyak digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang luas dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Fungsi VPN

Setidaknya, VPN memiliki tiga fungsi, yaitu untuk menjaga kerahasiaan data (confidentially), kebutuhan data (data integrity), dan autentikasi sumber (origin authentication).
  1. Confidentially, artinya menjaga data atau informasi milik pengguna internet agar tidak diketahui orang lain dan disalahgunakan. Dengan mengakses internet melalui VPN, maka website yang dikunjungi seorang pengguna internet hanya akan dapat menelusuri jejak hingga ke server VPN, dan tidak akan menemukan alamat IP komputer pribadi pengguna.
  2. Data Integrity, artinya VPN menerapkan teknologi untuk menjaga keutuhan informasi mulai dari tempat data tersebut dikirim, melewati jaringan internet, hingga akhirnya sampai ke penerima. VPN memastikan agar dalam perjalanan pengiriman, data tidak mengalami berbagai macam gangguan, seperti rusak, hilang, atau dimanipulasi.
  3. Origin Authentication, artinya VPN memiliki kemampuan untuk mengotentifikasi data yang masuk, dengan cara memeriksa data tersebut kemudian mengakses informasi sumbernya. Jika proses otentifikasi ini sukses, maka data yang dikirimkan atau atau diterima bisa dipastikan memang aman.

Cara Kerja VPN

Normalnya, ketika Anda terhubung ke internet, sebetulnya sebelum dapat mengakses suatu website, Anda akan terhubung dengan ISP (Internet Service Provider), lalu barulah kemudian Anda dapat terhubung dengan website yang dikehendaki. Semua lalu lintas data permintaan untuk website tersebut akan melewati server ISP terlebih dahulu, dan juga bisa terlihat dari pihak ISP.
cara kerja VPN
Cara kerja VPN
Ketika pengguna komputer menggunakan VPN untuk mengakses internet, maka VPN bekerja untuk mengenkripsi data, sehingga hanya pengguna dan server VPN yang mampu mengetahui lalu lintas data pengguna dan website apa saja yang diaksesnya. Artinya, dengan begini ada beberapa hal yang ditimbulkan :

1. ISP Tidak Mengetahui Apa yang Dicari Pengguna di Internet

Pihak ISP tidak dapat melihat dan mengetahui data-data ini ,sebab data tersebut telah dienkripsi oleh VPN. ISP juga tidak mengetahui website apa saja yang Anda kunjungi, sebab semua aktivitas penjelajahan internet dilakukan melalui server VPN. Dari sudut pandang ISP, hanya akan terlihat bahwa pengguna hanya terhubung dengan server VPN.

2. Alamat IP yang Terlihat adalah IP server VPN

Sebuah server VPN bisa saja letaknya berada di negara yang berlainan dengan negara pengguna komputer. Sehingga ketika misalnya Anda mengakses suatu website menggunakan VPN, maka Anda akan teridentifikasi berasal dari negara tempat server VPN tersebut berada. Siapapun yang berusaha untuk mencari jejak penjelajahan internet dan aktivitas Anda hanya mampu menemukan jejak server VPN saja, sehingga alamat IP Anda tetap aman.

3. Rasa Aman Untuk hotspot WiFi Publik

Sering memakai internet di kafe, restoran, atau hotel? Nyatanya, dengan menggunakan WiFi publik, alamat IP Anda akan mudah sekali terdeteksi dan disalahgunakan. Namun jika WiFi publik tersebut sudah menggunakan VPN, maka Anda bisa bernafas lega, sebab jaringan internet antara gadget pribadi Anda dan server VPN telah dienkripsi. Bahkan jika seorang hacker berusaha untuk mengambil data pengguna, misalnya dengan menjebak pengguna tersebut dengan membuat kloning hotspot, data milik Anda tetap aman karena telah melewati proses enkripsi.

4. Provider VPN Dapat Mengetahui Apa yang Anda Jelajahi

Pada dasarnya, ISP yang Anda gunakan yang sama sekali tidak memiliki komitmen atau peduli untuk menjaga kerahasiaan data Anda, tidak seperti VPN provider yang biasanya berkomitmen untuk menjaga privasi Anda. Secara umum, VPN juga cukup fleksibel sebab mendukung berbagai macam protokol jaringan, mulai dari PPTP, L2TP, IPSec, dan SOCKS. Protokol-protokol seperti ini membantu cara kerja VPN demi memproses otentikasi. Selain itu, sebagai klien VPN, pengguna dapat membuat sambungan, kemudian mengidentifikasi siapa saja yang diberikan wewenang dalam jaringan. Jaringan VPN juga dapat ditingkatkan fitur keamanannya dengan melakukan proses enkripsi.